Halaman

Wajib Tahu

Mengukur Kekuatan Kompresor Berdasarkan Ampere dan PSI

Persiapan Sebelum melakukan pengukuran ketahui terlebih dahulu spesifikasi AC yang akan diukur. Namplate Outdoor Spesifikasi Outdoor ...

HANDY TEKNIK 2014 - 2017 All right reserved.

HANDY TEKNIK 2014 -
JAYAPURA WIT.

Service & Maintenance


Abepura - Jayapura

Tentang Kami


Pengalaman

Kami membuka layanan sejak 2013 dengan dukungan owner sebagai teknisi sejak 2005

Pelayanan

Pelayanan yang kami berikan sesuai dengan keahlian dan pengalaman dilapangan.

Kualitas

Para pelanggan setia telah banyak membuktikan hasil pelayanan kami

Kontak

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi layanan yang Anda butuhkan.

Anda membutuhkan informasi SERVICE atau
informasi seputar Layanan kami?

Kontak kami

Dokumentasi


  • >

Blog Handy Teknik
Post terbaru

Senin, 15 Oktober 2018

Mengukur Kekuatan Kompresor Berdasarkan Ampere dan PSI

Persiapan

Sebelum melakukan pengukuran ketahui terlebih dahulu spesifikasi AC yang akan diukur.
Spesifikasi AC
Spesifikasi Outdoor

Data yang diperlukan :

  1. Kapasitas kompresor AC berdasarkan BTU atau PK (HP).
  2. Besaran konsumsi daya yang dipakai AC dalam Ampere / Watt
  3. Jenis freon yang digunakan antara R22, R32 atau R410a dan tekanan freon maksimal sesuai standart jenis freon tersebut.
  4. Untuk R22 sekitar 60 - 80 PSI, untuk R32 dan R410a sekitar 110 - 140 PSI
Berikut ini tabel kapasitas AC (NON INVERTER) yang saya buat berdasarkan kapasitas AC biasa (standart / konvensional) dan AC Low Watt.
Tabel
Tabel AC Low Watt dan AC standart konvensional.

Peralatan :

  • Tang Ampere (Clamp meter)
  • Manifold
  • Obeng
  • Kunci inggris.

Cara ukur :

  • Pastikan AC dalam kondisi outdoor telah menyala minimal 15 menit atau lebih agar tekanan freon sudah pada kondisi stabil / tekanan puncaknya.
  • Pasang tang ampere pada salah satu jalur kabel power outdoor.
  • Pasang selang manifold biru (Low Press) ke nepel / ventil.
  • Perhatikan tekanan freon pada manifold dan ampere pada tang ampere.
  • > Jika tekanan freon dan ampere menunjukkan hasil standart sesuai ukuran / kapasitas AC maka kompresor tersebut masih dalam kondisi prima.
  • > Jika tekanan freon dan ampere menunjukkan hasil dibawah standar berarti AC tersebut kurang freon, tambahkan freon hingga tekanan mencapai standart.


  • > Jika tekanan freon kurang dan ampere sudah mendekati nilai standar atau lebih besar itu berarti kondisi kompresor sudah mulai lemah. Untuk kasus seperti ini lebih disarankan agar lebih berpatokan pada ukuran ampere dari pada tekanan freon untuk meringankan beban kompresor. Kurangi freon atau sesuaikan hingga nilai ampere standar dan jangan mencoba untuk memaksakan untuk menambah freon karena akan mengakibatkan kompresor "terkancing" / mati mendadak bahkan bisa rusak total.


  • > Gejala yang timbul apabila kondisi kompresor melemah adalah kompresor mati, fan outdoor tetap berputar normal dan bodi kompresor sangat panas.


Catatan :
Jika ditemui, kondisi kompresor mati namun fan / kipas outdoor tetap menyala dan body AC bagian kompresor sangat panas periksa dahulu bagian kondensor karena jika kondensor tertutup debu tebal / kotoran atau fan motor berputar kurang kencang akibat dari kapasitor fan telah melemah bisa menimbulkan gejala yang sama seperti tersebut diatas.

Kamis, 30 Agustus 2018

Kondensasi pipa instalasi didalam ruangan

Pada kondisi tertentu pada pemasangan AC split terkadang teknisi tidak punya pilihan untuk menyambung pipa instalasi dari unit indoor ke unit outdoor kecuali memasangnya dengan posisi pipa melintang didalam ruangan. Hal ini biasanya dikarenakan lokasi bangunan yang tidak memungkinkan atau dinding ruangan bersebelahan dengan ruangan lainnya.
Hasilnya, seperti yang tampak pada gambar dibawah ini, tampilan pipa tampak melintang pada dinding dalam ruangan.
Masalah yang sering terjadi adalah adanya tetesan air di dalam ruangan akibat dari pengembunan hasil dari kondensasi pada pipa instalasi.
Kondensasi Pipa AC
Ilustrasi
Pada kasus seperti ini perlu diperhatikan bahwa permasalahannya bukan karena peristiwa kondensasi yang terjadi pada pipa instalasi AC melainkan efek dari tetesan air yang dihasilkan dari kondensasi tersebut menetes didalam ruangan yang menimbulkan ketidaknyamanan penggunanya.

Kondensasi / pengembunan merupakan peristiwa alami yang memang selalu terjadi pada proses pendinginan. Jadi terutama untuk para rekan-rekan teknisi pemula agar dipahami bahwa tetesan air akibat kondensasi bukanlah sebuah masalah namun merupakan bagian dari proses pendinginan itu sendiri. Dan yang menjadi PR adalah bagaimana cara menanggulangi efek dari tetesan air tersebut yang membuat ketidaknyamanan pengguna didalam ruangan karena membasahi lantai atau benda yang berada dibawahnya.

Cara mengatasi tetesan air didalam ruangan

Untuk mengatasinya, musyawarahkan langsung dengan pengguna AC untuk menentukan solusi terbaiknya. Pengguna AC punya hak penuh untuk menentukan solusi apa yang ingin digunakan meskipun mungkin saja berseberangan dengan pendapat teknisi.
Solusi yang dapat diambil :

  1. Balut pipa dengan duct tape tapi jangan terlalu press. Balutan press sama halnya memeras insulasi pipa karena tidak memberikan ruang untuk air mengalir dan menghilangkan ruang resapan dalam insulasi.
  2. Mengganti / menggunakan insulasi Armaflex yang biasanya berwarna hitam. Namun tentunya pengguna harus merogoh kocek tambahan untuk solusi ini.
  3. Memasukkan pipa intalasi kedalam pipa paralon agar tetesan air dapat langsung diarahkan kepembuangan. 

Tips untuk menentukan solusi terbaik :

  • Berikan penjelasan sebab akibat permasalahannya.
  • Berikan beberapa solusi yang ada agar pengguna AC punya bahan pertimbangan.
  • Jangan lupa untuk memberikan informasi kekurangan / kelebihan setiap solusi yang dipertimbangkan.
Cara musyawarah akan lebih adil dalam mengambil keputusan karena setiap pengguna AC memiliki pendapat yang berbeda. Selalu gunakan cara ini disemua pekerjaan apabila menemukan kendala pemasangan karena tugas teknisi adalah memberikan pelayanan kepada pelanggan / pengguna AC. Sehingga sangat dianjurkan untuk lebih menitikberatkan keputusan yang ditentukan oleh pengguna.

Sekian semoga bermanfaat.

Rabu, 16 November 2016

KATEGORI CUCI AC

Kenali jenis Cuci AC berikut ini agar Anda memahami perbedaan tarif dan pelayanan yang kami sediakan.

Pelayanan cuci AC terdapat 2 kategori atau lebih tepatnya metode (cara) , yaitu:

  1. Cuci Gantung / cuci biasa. (Perawatan AC untuk jangka pendek)
  2. Cuci Bongkar / Overhaul . (Peraawatan AC untuk jangka panjang)

Berikut ini penjelasan masing-masing kategori beserta perbandingannya:

Cuci AC Gantung (Cuci AC jangka pendek.)

  1. Biaya lebih murah antara Rp.75.000 hingga Rp.150.000;
  2. Cuci jagka pendek biasa rutin dilakukan rata-rata setiap 3-4 bulan sekali.
  3. Lamanya proses pencucian untuk setiap unit AC rata-rata paling lama sekitar 30 menit untuk sekali cuci.
  4. Proses pencucian dilakukan tanpa membongkar / melepaskan unit AC dari posisi pemasangan.

Cuci AC biasa
Cuci AC metode umum (cuci gantung)

Teknik cuci gantung


Melepas Cover indoor

Untuk unit indoor umumnya hanya dibuka penutup casing depannya saja kemudian dilakukam penyemprotan.

Melepas Cover unit inddor

Membersihan outdoor tanpa dilepas

Untuk unit outdoor penyemprotan bisa dilakukan secara langsung tanpa membuka casing body outdoor.
Pembersihan unit outdoor tanpa dibongkar

Kelebihan Cuci Gantung (Jangka Pendek) :

1. Biaya lebih murah.
2. Bisa dilakukan pada semua posisi dimana unit indoor AC terpasang.
3. Pengerjaan lebih mudah karena tanpa membongkar/melepaskan unit dari posisi pemasangan.
4. Waktu pengerjaan lebih cepat.

Kelemahan Cuci Gantung :

1. Rata-rata setelah 3-4 kali pencucian atau mencapai 1 tahun atau lebih masa pemakaian AC,
cara pencucian ini cenderung kurang efektif,
karena penumpukan kotoran pada bagian dalam dan belakang AC tidak dapat dijangkau hanya dengan penyemprotan dari bagian depan / luar saja. 2. Berdasarkan poin diatas, kebocoran air pembuangan pada unit indoor akan lebih cenderung terjadi bahkan setelah dilakukan pencucian ulang dengan cara yang sama.
3. Masih mengacu pada 2 poin diatas, kemampuan pendinginan AC akan cenderung lebih cepat menurun.

Kotoran Bagian Dalam Evaporator
Kotoran Bagian belakang indoor

Penumpukan kotoran & lendir pada penampungan

Kotoran Bagian blower indoor


Cuci Bongkar / overhaul (Cuci AC Jangka Panjang)

  • Biaya lebih mahal (Rp.300.000 atau lebih)
  • Jangka waktu pencucian lebih lama, sekitar 6 hingga 8 bulan sekali (minimal 1 kali dalam 1 tahun)
  • Waktu yang diperlukan pada saat proses pencucian lebih lama sekitar 2 jam per unit.
  • Proses pencucian dilakukan dengan cara membongkar / melepaskan unit baik itu outdoor & indoor dari posisi pemasangan kemudian melepaskan setiap bagian-bagiannya.
Unit outdoor setelah dibersihkan

Unit indoor setelah dibersihkan

Pembersihan menyeluruh

Bersih total hingga bagian dalam

Kelebihan Cuci Bongkar/Overhaul (Cuci AC Jangka Panjang )

1. Pembersihan dapat menjangkau semua bagian AC secara menyeluruh baik luar ataupun dalam.
2. Karena dilakukan pembokaran menyeluruh maka jika terdapat kerusakan ataupun potensi kerusakan akan lebih mudah terdeteksi dan lebih akurat.
3. Cara pencucian ini dapat mengembalikan kemampuan pendinginan AC lebih maksimal.
4. Dapat mempertahankan atau bahkan dapat memperpanjang masa pakai AC.

Kelemahan Cuci Bongkar :

1. Biaya lebih mahal.
2. Waktu pengerjaan lebih lama (sekitar 2 jam / lebih per unit)
3. Hanya bisa dilakukan pada unit AC dengan pemasangan non permanen (sambungan pipa instalasi tidak di cor) dan mudah dijangkau.
4. Memerlukan kehati-hatian ekstra pada saat perakitan dan pemasangan kembali.

Demikian kurang lebih penjelasan dan perbandingan cuci gantung dan cuci bongkar berdasarkan fakta yang ditemui dilapangan dan dari keluhan ataupun informasi pengguna layanan kami.
Catatan :
Artikel ini dipublikasikan untuk memberikan informasi semata tanpa ada unsur negatif dan tidak bermaksud untuk menyudutkan / merugikan pihak tertentu.

Kamis, 02 Juni 2016

Memeriksa Heater

Pemeriksaan Elemen Pemanas (Electric Heater)

Banyak ditemukan di sistem refrigerasi dan tata udara, misalnya untuk defrost heater, drain heater, door heater, humidity control, dll.
Bagaimana kita bisa mengetahui Heater tersebut masih berfungsi bagus dan sesuai spesifikasinya?
Ukur nilai resistansinya.
Umumnya di body heater/name plate terdapat spesifikasi heaternya (daya dan tegangan kerjanya).
Contoh:
Di name plate heater tertulis 220VAC / 500W
Maksudnya: Heater tersebut daya listriknya sebesar 500Watt jika diberi tegangan 220VAC.
Berapa nilai resistansinya jika heater tersebut masih bagus?

Rumus :

  • Resistansi (R) = kuadrat Tegangan (V) / Daya Listrik (P)
  • R = V.V / P
  • R = 220.220 / 500
  • R =  48400 / 500
  • R = 96.8 ohm

Jika ternyata resistansi yang terukur misalnya 150 ohm. Maka, daya heater tersebut sudah mengalami penurunan.

  • P = V.V /R
  • P = 220.220 / 150
  • P = 322.7 Watt
  • Daya heater standard 500W turun menjadi 322.7W
  • Jika daya sudah turun, maka kekuatan pemanasannya juga akan menurun.
  • Jadi, pastikan heater sesuai spesifikasinya.

Merk yang kami kerjakan

  • DAIKIN
  • LG
  • Panasonic
  • Polytron
  • Samsung
  • Sanyo
  • Sharp
  • Toshiba
Dan berbagai merk lainnya.

Layanan kami


Pemasangan
AC /pendingin ruangan tipe Split

Pemasangan AC split maksimal 2PK untuk lokasi perumahan maks 2 lantai, harga yang kami berikan mulai :

Rp 300.000 / unit Selengkapnya...
Service
Perbaikan dan penggantian Spare part

Perbaikan perangkat yang kami layani termasuk Kulkas / Freezer / Mesin cuci 2 tabung, biaya menyesuaikan kebutuhan.

Mulai Rp 150.000 Selengkapnya...
Instalasi Listrik
Instalasi kebutuhan rumah tangga.

Untuk instalasi baru, perbaikan instalasi atau penambahan jalur listrik yang kami layani saat ini masih terbatas untuk 1 phase.

Biaya mulai Rp 100.000. Selengkapnya...
Perawatan AC
Cuci bongkar (Overhaul)

Cuci AC Overhaul / cuci bongkat adalah layanan unggulan kami khusus untuk unit dengan pemasangan non permanen.

Biaya mulai Rp 300.000 / unit. Selengkapnya...

Kontak kami


HANDY TEKNIK Tanah Hitam
Abepura, Jayapura

085244123668
mail@handyteknik.com

Area Layanan

  • Abepura
  • Abe Pantai
  • Kotaraja
  • Skyline
  • Entrop
  • Hamadi
  • Jl.Ardipura
  • Jl.Argapura
  • Kampung Buton
  • Waena
  • Perumnas 1, 2, 3
  • Yoka
  • Expo