Layanan Tarif Kontak Order Ketentuan Tentang Menu

Cara memeriksa fungsi heater tanpa avometer

Memeriksa / mengecek fungsi suatu komponen tanpa menggunakan alat ukur kadang kala diperlukan pada kondisi tertentu, mungkin saja pada saat alat ukur sedang bermasalah / rusak, batrey habis, lupa dibawa atau mungkin belum punya alat ukur / avometer. Dengan kata lain ini adalah cara alternatif untuk membantu pemeriksaan kerusakan pada suatu perangkat tertentu.

Kali ini kita membahas cara memeriksa fungsi heater kulkas.
Heater kulkas tabung kaca
Glass Tube Heater

Heater sendiri memiliki fungsi sebagai pemanas pada kulkas untuk membantu mencairkan pembekuan di bagian evaporator kulkas. Proses pencairan ini terjadi secara otomatis dan berkala menurut waktu yang telah ditentukan oleh Timer sebagai komponen pendukungnya yaitu yang bertugas untuk mengatur lamanya waktu pendinginan dan menghentikan proses tersebut untuk mengaktifkan proses pencairan.
Bagian-bagian heater tabung kaca

Letak heater ini dalam kulkas biasa berada dibawah evaporator, posisi yang sempit dan sulit dijangkau. Sehingga perlu kesabaran dan hati2 untuk mengeluarkan heater dari tempatnya apabila terjadi kerusakan / penggantian komponen ini.

Lokasi Heater
Kerusakan pada heater akan mengakibatkan gumpalan es pada evaporator tidak bisa mencair sehingga menghambat / menyumbat sirkulasi pendinginan menuju bagian referigerator atau kulkas bagian bawah alhasil, bagian tersebut tidak dingin meskipun bagian atas tetap dingin dan membeku.

Pembekuan pada Evaporator kulkas 2 pintu

Gangguan seperti ini juga akan muncul jika salah satu komponen dalam rangkaian pemanas rusak, komponen tersebut antara lain : Timer, Bimetal (Defrost heater) hingga thermofuse.

Baca : Tentang timer kulkas 2 pintu
           Sistem No Frost Kulkas 2 Pintu

Berikut ini cara trik / cara memeriksa Heater dengan jenis tabung kaca tanpa avometer dan tanpa perlu melepaskan heater dari tempatnya.

Perhatikan  gambar dibawah ini :

Catatan :
Pastikan Bimetal dan Thermofuse masih berfungsi dgn baik namun jika dengan Bimetal terhubung tidak berhasil, lepaskan Bimetal dan hubungkan langsung kabel yg menghubungkan Bimetal tadi ke kabel Heater.
Pastikan juga kulkas dalam kondisi mati / cabut kabel power dari terminal
dan bunga es pada evaporator sudah mencair.

- Longgarkan evaporator agar heater bisa dilihat atau setidaknya bisa disentuh.
Seperti pada gambar diatas, cabut kabel no 4 yang merupakan kabel menuju kompresor.
- Kemudian cabut dan pasangkan kabel no 2 ke kaki timer no 4 tadi.
Kabel no 2 adalah kabel penghubung ke rangkaian heater kulkas.
setelah itu nyalakan kulkas biarkan sekitar 3 sampai 4 menit, jangan terlalu lama. 
pada saat itu lihat ke arah heater jika bisa terlihat maka heater akan nampak menyala merah karena proses pemanasan, tutup pintu kulkas sebagian agar nyala heater bisa lebih jelas atau jika tidak terlihat sentuh dengan jari dan rasakan suhunya.
- Jika terasa panas / heater terlihat merah menyala berarti heater masih berfungsi baik.
Setelah itu matikan segera.

Semoga bermanfaat.

Cara memeriksa kondisi Timer kulkas

Cara memeriksa kondisi Timer kulkas dengan Avometer dan tes manual :

Cara memeriksa kondisi Timer kulkas



1. Lepaskan kabel dari kaki-kaki timer, beri tanda agar tidak tertukar saat memasang kembali.
2. Perhatikan kaki timer, kaki nomor 1 berada di sebelah kanan dan nomor 4 sebelah kiri. Jika ditulis maka posisinya menghitung terbalik / mundur yaitu 4 3 2 1.
3. Ukur kaki timer no. 1 dan 3 dengan avometer 1x10 Ohm, jika jarum bergerak menunjukkan angka tertentu maka timer masih baik atau lihat gambar untuk pengukuran dengan avometer digital.
4. Tes dengan menghubungkan kabel pada kaki timer no. 1 dan 3 tadi ke arus listrik. Dengan hati2 tempelkan bodi timer ke telinga, pastikan terdengar bunyi berderik sebagai tanda gigi2 timer masih berputar berarti timer masih dalam kondisi baik.
Jika rusak, ganti dengan yang baru.

Semoga bermanfaat.

Beberapa Akibat Jika AC Kurang Perawatan

PERHATIAN

Berikut ini adalah beberapa hal yang akan timbul jika AC Anda kurang perawatan :

1. Kurang / tidak dingin

Debu atau kotoran yang menutupi filter udara dan bagian lainnya akan menghalangi sirkulasi udara dingin. Kompresor pada unit outdoor sebagai komponen utama untuk proses pendinginan menjadi cepat panas dan sering mati tanpa anda ketahui walaupun fan / kipas outdoor tetap menyala. Karena suhu panas kompresor tidak dapat didinginkan oleh fan / kipas akibat dari tersumbatnya kisi-kisi kondensor oleh debu/kotoran.




2. Boros listrik

Penurunan kemampuan pendinginan akan mengakibatkan kompresor bekerja secara tidak normal. Karena pencapaian suhu ruangan yang sulit dicapai dan sering mati.

3. Karat

Oksidasi logam / metal karena debu atau kotoran lainnya akan menimbulkan karat pada permukaan pipa atau bahan logam lainnya mengakibatkan pengeroposan dan rusak.

4. Mengganggu kesehatan

Debu atau kotoran lainnya mengandung bakteri dan jamur yang dapat menimbulkan bau tak sedap, hembusan udara ac pun tidak segar sehingga tidak baik untuk kesehatan. 

5.  Penurunan umur pakai AC

Karat dan kotoran yang menempel pada ac akan menghambat proses pendinginan sehingga mempengaruhi komponen-komponen yang bekerja dalam proses tersebut, inilah yang akan mengakibatkan kinerja ac menjadi tidak normal dan akan menurunkan umur pakai AC Anda.

Anjuran :

1. Bersihkan filter udara yang ada pada bagian indoor paling sedikit 2 minggu sekali atau labih sering untuk daerah berdebu.

Bersihkan filter secara rutin

2. Lakukan pencucian AC secara menyeluruh baik pada bagian indoor maupun outdoor, minimal dalam waktu 3 bulan atau lebih sering untuk daerah berdebu.

3. Lakukan perawatan PEREMAJAAN (cuci bongkar) jika masa pakai AC Anda telah mencapai minimal 8 bulan atau 1 kali dalam 1 tahun agar kondisi AC Anda terjaga dan mampu berfungsi maksimal seperti AC baru.

Timer Kulkas

Timer Kulkas
Timer seperti gambar diatas biasa terdapat pada kulkas 2 pintu karena pada kulkas 2 pintu diterapkan sistem NO FROST atau lebih tepatnya DEFROST otomatis. Berbeda dengan kulkas 1 pintu yang tidak dirancang tanpa sistem No Frost melainkan dengan sistem defrost manual sehingga pada kulkas 1 pintu selalu terdapat penggumpalan bunga es pada bagian evaporator / freezernya sedangkan pada kulkas 2 pintu tidak terdapat penggumpalan bunga es pada bagian freesernya.

Komponen lain yang hanya terdapat di kulkas 2 pintu selain Timer adalah :
Defrost thermo (Bimetal)
Plate heater (Pemanas)
Thermofuse

Pada dasarnya sistem pendinginan pada kedua jenis kulkas ini sebenarnya sama persis. Pembeda utamanya hanyalah sistem NO FROST itu sendiri.

Baca juga : Sistem No Frost Kulkas 2 Pintu

Fungsi timer tersebut adalah untuk mengatur / membatasi lamanya waktu pendinginan agar tidak terjadi penggumpalan es berlebihan dengan cara memutuskan arus listrik ke kompresor setiap (sekitar) 6 jam sekali dan menyambungkan / mengalihkan arus listrik ke komponen defrost heater dan plate heater (pemanas) untuk mencairkan bunga es di evaporator. Dengan kata lain , timer melakukan defrost (pencairan bunga es) secara otomatis setiap 6 jam sekali. Untuk lebih jelas, lihat skema dibawah ini.


skema 1
Keterangan : 
Pada skema diatas kolom berwarna merah menunjukkan bahwa kontak timer berada pada posisi 3 - 4 yang mana posisi ini menunjukkan arus listrik terhubung ke kompresor.
Artinya, proses pendinginan sedang berlangsung karena kompresor mendapatkan arus listrik dari kontak timer.

skema 2
Keterangan :
Pada skema 2 diatas, lihat garis merah menunjukkan kontak timer berada pada posisi 3-2. Posisi ini kontak timer mengalihkan arus listrik menuju Defrost Thermo, Plate Heater serta Defrost Heater dan memutuskan arus yang menuju kompresor.
Artinya pada posisi tersebut, proses pencairan sedang terjadi. Karena pencairan dilakukan oleh pemanas / heater maka suhu disekitar evaporator akan meningkat sehingga bunga es di evaporator mencair.

Lamanya proses pencairan ini ditentukan oleh defrost thermo. Pada saat defrost thermo "merasakan" suhu telah mencapai batas yang ditentukan maka defrost thermo akan memutuskan arus ke komponen pemanas dan mengaktifkan timer kembali sehingga proses pendinginan akan terjadi lagi. Proses ini akan terus terjadi terus menerus berulang- ulang selama tidak terdapat kerusakan komponen dan supply arus listrik tidak terputus karena listrik padam / kabel power dicabut.


Baca jugaPenyebab Kulkas Tidak Dingin
                   Cara Memeriksa Kondisi Timer Kulkas


TANDA- TANDA KOMPRESOR AC PERLU GANTI OLI

Tanda-tanda atau gejala yang ditimbulkan ketika kompresor kekurangan oli :

  • AC kurang / tidak dingin.
  • Kompresor panas dan sering mati walaupun fan outdoor tetap berputar.
  • Bunyi kompresor terdengar lebih kasar/berisik.
  • Air pembuangan yang dikeluarkan sangat sedikit sekali atau bahkan kering.
OUTDOOR AC SPLIT
Kurangnya oli pada kompresor ac seringkali disebabkan karena kebocoran yang mengakibatkan freon terbuang bersama oli. Beberapa kasus kebocoran seperti ini bisa disebabkan karena kesalahan pada saat pemasangan pipa atau bisa juga karena gesekan antara pipa dalam unit outdoor karena getaran kompresor atau juga karena beberapa sebab lain yang mengakibatkan pipa bocor. Secara fisik, bisa dilihat biasanya disekitar lokasi kebocoran akan terdapat jejak / bekas basahan oli. Namun tidak selalu pada setiap kasus freon bocor harus diperlukan penggantian oli. Hal ini tergantung pada gejala yang timbul pada ac tersebut. Jika hanya kebocoran ringan bisa dapat langsung diperbaiki dan mengisi freon saja tanpa harus mengganti oli.
Pada kasus tertentu juga bisa diperlukan penggantian oli kompresor meskipun tidak terjadi kebocoran. Pada kasus ini perlu dilakukan penggantian oli karena oli lama didalam kompresor bereaksi dengan freon yang mungkin diakibatkan karena bercampur kotoran / air saat pemasangan sehingga oli dan freon bercampur menghasilkan cairan berwarna gelap pekat, berbau menyengat dan cairan oli tersebut telah memenuhi sebagian besar saluran pipa kondensor dan evaporator. Kasus seperti ini jarang namun bisa saja terjadi pada ac.

Langkah-langkah pengecekan awal jika ac menunjukkan gejala seperti diatas:
  1. Periksa voltase / tegangan arus listrik pada AC pastikan berada pada voltase normal atau minimal voltase 190 hingga 220 volt. Jika voltase kurang dari 190 volt maka harus distabilkan terlebih dahulu karena voltase rendah juga dapat mempengaruhi kinerja kompresor dengan gejala persis seperti diatas. Gunakan stavol atau cari dan pindahkan jalur instalasi kabel power AC ke jalur yang bertegangan diatas 190volt / standar 220 Volt.
  2. Lepas dan ukur kapasitor AC, pastikan ukuran besaran kapasitor tersebut masih baik.
  3. Periksa juga overload kompresor untuk memastikan fungsinya masih baik, jika secara fisik sudah terlihat hangus atau tidak layak pakai, gantikan dengan yang baru.
  4. Jika bodi kompresor sangat panas, kompres dengan kain dan air hingga suhu kompresor menurun setidakya sampai tidak kepanasan jika disentuh.
  5. Ukur juga kapasitor fan outdoor dan pastikan masih baik karena penurunan besaran kapasitor fan mengurangi kecepatan putaran kipas dan hal ini juga mengakibatkan proses pendinginan tidak maksimal, akibatnya kompresor akan menunjukkan gejala seperti dijelaskan diatas tadi.
  6. Jika langkah pemeriksaan tersebut sudah dilakukan, hidupkan AC untuk melihat apakah ada perubahan atau tidak.
  7. Pastikan oli kompresor tidak memenuhi saliran pipa menuju evaporator.
Setelah langkah diatas dilakukan dan tetap menunjukkan gejala yang sama maka penggantian oli bisa ditempuh sebagai solusi.

Khusus untuk pengguna AC, perlu dipahami bahwa proses penggantian oli kompresor memerlukan proses yang rumit karena harus dilakukan pembongkaran unit outdoor, pengisian freon full, pengelasan pipa untuk melepaskan dan pemasangan kembali kompresor ac dan pada kasus tertentu diperlukan flushing dsb sehingga sangat mungkin sekali biaya service akan lebih mahal.

Hubungi teknisi kepercayaan anda untuk mendapatkan informasi, penanganan dan solusi terbaik.